Yantra dan Mandala dalam Arsitektur Candi

20 09 2007

Pendahuluan

  • Dalam tradisi Hindu, candi atau kuil dianggap sebagai tubuh atau surga para dewa.
  • Pada mulanya, bangunan keagamaan Hindu itu didirkan dalam bentuk kecil dan sederhana, selanjutnya dalam perkembangan berikutnya bentuk bangunan itu mengalami perubahan yang makin kompleks, baik dari segi denah, bentuk, dan ukurannya. Strukturnya juga mengalami perubahan ke arah yang semakin rinci dan terbagi ke dalam sejumlah besar bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Perkembangan bentuk itu lalu diperkaya lagi dengan berbagai hiasan interior dan eksteriornya, yang umumnya berupa relief tokoh, flora, dan fauna. Termasuk relief dewa dan dewi serta gambaran kehidupan kahyangan. Kadang diceritakan pula episode-episode yang diangkat dari kisah-kisah tertentu.
  • Bila awalnya bangunan kuil atau candi berstruktur masif atau pejal, lalu berkembang menjadi bangunan yang berongga atau memiliki ruangan.

 

Gambar Potongan Barat - Timur Candi Çiwa, Prambanan

  • Sangat kontras dengan bagian dinding luarnya yang penuh hiasan, bagian dalam (garbhagrha) merupakan ruang kecil, gelap, dan tersembunyi yang dibatasi oleh dinding tebal disekelilingnya, kecuali bagian depan sebagai pintu masuk.
  • Bagian depan biasanya diperkaya dengan lorong panjang (antarala), dilengkapi dengan gapura dan sayap tangga yang berakhir pada suatu bordes. Umumnya, ujung bordes itu dihiasi dengan bentuk pahatan binatang mistis yang dikenal dengan nama makara.
  • Pada bagian atas pintu masuk, umumnya dihias dengan relief kepala raksasa. Di Indonesia, relief itu disebut kala untuk di Jawa Tengah dan Banaspati untuk sebutan di Jawa Timur. Perbedaannya dari bentuknya; kebanyakan kala dari Jawa Tengah tidak memiliki rahang bawah, sedangkan kala atau banaspati dari Jawa Timur digambarkan lengkap dengan rahang bawah.
  • Dinding-dinding luar maupun dalam sayap tangga sering pula diperkaya dengan ikon yang sarat motif hias.

 

  • Jika diproyeksikan dengan sederhana, bentuk kuil atau candi itu secara vertikal berkembang dari bagian bawah, yaitu bagian yang menggambarkan dunia manusia (the mundane) ke bagian yang lebih tinggi, yaitu dunia spiritual, dan berakhir pada ruang terbuka yang gelap tempat didudukkannya arca yang menggambarkan dewa yang dipuja.
  • Garbhagrha sendiri secara simbolis mencerminkan puncak pencapaian sasaran individu menuju ruang sanctum sanctorium.
  • Dalam dimensi yang lebih abstrak, apabila candi atau kuil itu merupakan suatu kompleks maka seluruh bangunan Hindu beserta komponennya itu mencerminkan suatu skema atau diagram ritual yang lebih sering disebut dengan istilah yantra atau mandala. Read the rest of this entry »
Advertisements