Matarām

18 09 2007

Sekilas tentang Kerajaan Hindu – Buddha Masa Jawa Kuno

Matarām di Jawa Tengah

Kerajaan Matarām kita kenal dari sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Canggal (barat daya Magelang). Prasasti ini berangka tahun 732 M, ditulis dengan huruf Pallawa dan digubah dalam bahasa Sanskerta yang indah sekali. Isinya terutama adalah memperingati didirikannya sebuah lingga (lambang Çiwa) di atas sebuah bukit di daerah Kuŋjarakuŋja oleh Raja Saŋjaya. Daerah ini letaknya di sebuah pulau yang mulia, Yāwadwîpa, yang kaya raya akan hasil bumi, terutama padi dan emas.

Peta Indonesia dan Jawa Tengah

Yāwadwîpa ini mula-mula diperintah oleh Raja Sanna, yang lama sekali memerintah dengan kebijaksanaan dan kehalusan budi. Setelah Raja Sanna wafat, pecahlah negaranya, kebingungan karena kehilangan perlindungan. Naiklah ke atas tahta kerajaan, Raja Saňjaya, anak Sannāhā (saudara perempuan Sanna), seorang raja yang ahli dalam kitab-kitab suci dan dalam keprajuritan. Ia menaklukkan berbagai daerah di sekitar kerajaannya dan menciptakan ketentraman serta kemakmuran yang dapat dinikmati oleh rakyatnya.

Sanna dan Saňjaya terkenal pula dari Carita Parahyangan, sebuah kitab dari zaman kemudian sekali yang terutama menguraikan sejarah Pasundan. Dalam kitab ini diceritakan bahwa Sanna dikalahkan oleh Purbasora dari Galuh dan menyingkir ke Gunung Merapi. Tetapi, penggantinya, Saňjaya, kemudian menaklukkan Jawa Barat dan kemudian Jawa Timur serta Bali. Pun Malayu dan Keling (dengan rajanya Sang Çriwijaya) diperanginya. Dalam garis besarnya, cerita ini sesuai juga dengan Prasasti Canggal.

Mendirikan sebuah lingga secara khusus adalah lambang mendirikan suatu kerajaan. Bahwa Sanjaya memang dianggap sebagai Wamçakarta dari Kerajaan Matarām, dinyatakan juga dari prasasti-prasasti para raja yang berturut-turut menggantikannya. Di antara prasasti-prasasti itu ada beberapa dari Balitung yang memuat silsilah, dan yang menjadi pangkal silsilah itu adalah Raka i Matarām Sang ratu Saňjaya. Bahkan ada pula prasasti-prasasti yang menggunakan tarikh Saňjaya! Dari kedua kenyataan ini dapatlah jelas betapa besarnya arti Saňjaya itu bagi raja-raja yang kerajaannya berpusat di Jawa Tengah sampai abad X M. Read the rest of this entry »

Advertisements