Prambanan, Selayang Pandang

17 09 2007

Tiga halaman kompleks Candi Prambanan

Pembagian Halaman Candi
Kompleks Candi Prambanan dibagi menjadi tiga halaman. Halaman pusat tempat berada kelompok candi-candi utama yang terdiri dari empat candi kelir, dua candi apit di utara dan selatan, empat candi sudut di setiap sudut halaman pusat, tiga candi untuk dewa-dewa utama Hindu, dan tiga candi di hadapan candi-candi utama. Halaman kedua jumlah seluruh candi perwara yang ada dulunya 224 candi. Halaman terluar atau halaman ketiga tidak terdapat candi.

Keletakan Tiap Halaman
Halaman pusat keletakannya lebih tinggi daripada halaman kedua dan ketiga (terluar). Keletakan demikian merupakan suatu kesengajaan, mengingat tanah yang ada pada halaman pusat ini merupakan tanah urug.

Makna Simbolik Pembagian Halaman
Menurut konsepsi Hindu, dunia manusia dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Bhurloka, dunia tempat segala hasrat yang bersifat keduniawian ada.
  2. Bhuvarloka, dunia tempat segala hasrat keduniawian sudah terlepas, tetapi masih terikat oleh bentuk lahiriah keduniawian.
  3. Svarloka atau Svargaloka, tempat segala keterikatan duniawi telah terlepas. Manusia tidak terikat lagi oleh karma.


Sejarah Kompleks Candi Prambanan

  • Pendiriannya dikaitkan dengan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Caka (856 M).
  • Pertanggalan secara relatif berdasarkan gaya seni bangunannya yang dicirikan dengan terutama yang tampak pada bagian kaki candi oleh adanya bentuk belah rotan (half round), sisi genta (ojief), dan pelipit; dapat dikatakan bahwa candi dengan bentuk demikian berasal dari kurun waktu sekitar abad VIII – IX M. Read the rest of this entry »
Advertisements